Di sebuah hotel waktu itu
This post may contain strong language, excessive violence, and nudity. 18+ is strongly required.
Setelah dideru oleh panasnya nafsu, kini susana kamar itu hening. Pria itu bangkit dan beranjak ke sofa di pojok kamar. Diambilnya rokok Marlboro Lights menthol di dekatnya, seolah tak peduli dengan wanita yg masih terlentang di ranjang, dia lalu asik duduk santai sambil mengisap rokok.
“Gila….“, ujar pria itu sambil mengepulkan asap yg mulai menyesaki rongga dadanya. Entah kenapa, rokok kali itu terasa begitu nikmat buatnya.
Si wanita, yg merasa telah menunaikan “kewajiban”-nya, kemudian beranjak dari ranjang, mulai merapikan rambutnya yg berantakan dan sedikit basah. Dilemparnya pandangannya ke sekelilingnya, mencari pakaiannya yg berserakan di lantai.
“Knapa??“, ditanggapinya dengan dingin kalimat yg dilontarkan pria tadi.
Si pria terkekeh, dihisapnya rokok itu sekali lg sebelum dihembuskannya bersama nafas panjang. “Udah lama gue ga ngerasain perawan…malam ini gue bener-bener beruntung!!“, jawabnya sambil lanjut mengambil batang rokok kedua.
“Sempit…mau masukin aja susah bgt!!“, tambahnya puas.
Masih merasa kesal karna diperlakukan kasar sedari tadi, akhirnya wanita itu tak tahan untuk mengeluarkan isi hatinya. “Bang, denger ya. Gue itu udah ga perawan. Dari SMA juga udah engga!! Itu karna gue masih pake celana dalam!!“, teriaknya.
Tak yakin dengan apa yg diucapkan wanita tadi, si pria membalas, “Ga perawan gimana?!! Ini ada darahnya…“, ujarnya sambil tetap meyakinkan dirinya bahwa dia adalah pria yg beruntung malam itu.
“Ya iyalah berdarah, lah celana dalam gue pake manik-manik. Jelas aja lo ke-beset. Lain kali lo lepas dulu, bego!!“, balas wanita itu sambil pergi meninggalkan kamar.
“Bangke…pantesan dari tadi gue rada nyeri..“, lirih pria itu.

A man called Riki. A blogger, dreamer, learner, thinker, traveler, cooker and coder. Still struggling with his life and sadly still a single.. herghh..
7 Responses to “Di sebuah hotel waktu itu”
ooh, gitu toh..
memang pengalaman hidup adalah inspirasi tanpa batas untuk menulis blog.
tuh suka Curcol sih loeee.
Sudah sembuh, Ki?
Hahahaha…alhamdulillah udah sehat kembali bro.
hahahahahha…kasihan banget dah lama ga ngerasain perawan jadi salah ngebedain mana yang enak tapi ga perih dengan yang enak tapi perih wakakkakakaka
Leave a Reply