“Fuk Shoi”..
“Masih ingat??”..
Begitulah kira-kira alasan knapa gue nulis tulisan ini. Sebuah triger tak terencana yg terlontar dari seorang teman lama. Bukan maksud gue untuk mengungkit-ungkit kisah lama, apalagi melukai perasaan orang lain, tapi menurut gue, sayang bgt kalo tragedi ini, ga tercatat dalam blog hurahura sukacita amansentosa dan dodolluarbiasa ini.
Cerita ini hanya fiktif belaka, bila ada kesamaan nama tokoh, tempat, ataupun ceritanya hal ini memang tidak disengaja…. Sekali lagi ini hanya cerita fiktif yang tidak disengaja…finger crossed!!
Alkisah bertemanlah 2 orang anak manusia, sebut saja yg satu bernama Riki (bukan nama sebenarnya) dan yg satu bernama Bro (juga bukan nama sebenarnya). Saat itu, mereka adalah mahasiswa Bina Nusantaralala (bukan nama universitas sebenarnya) yg baru saja menginjak hari pertama semester 4 (cmiiw Bro!!). Dan tidak seperti biasa, diawal kuliah pagi itu, mereka melihat banyak wajah-wajah asing. Secara selama 3 semester sebelumnya, penduduk kelas ga diacak, tau-tau pas di semester itu, mereka terpecah belah. Sebagian di kelas mana, sebagian lg di kelas mana. Untunglah nasib masih menyatukan 2 insan ini.
Sudah menjadi tabiatnya, jika memasuki satu daerah baru, seseorang akan merasa lebih aman jika ditemani seseorang yg berasal dari habitatnya terdahulu. Mungkin pikir mereka, “Kalo mati, mati barenglah kita!!”. Sebuah pemikiran naif nan puitis, ibarat sumpah sehidup semati, except without the ring and “I do” parts.
Kemudian, begitu memasuki kelas baru itu, duduklah 2 orang ini di urutan yg tidak di depan, juga tidak di belakang. Di universitas Bina Nusantaralala, duduk di depan artinya pengen belajar, duduk di belakang artinya pengen main-main. Karena mereka menerapkan konsep belajar sambil bermain, posisi tidak di depan dan juga tidak di belakang benar-benar pas untuk mereka. Sesaat mereka bisa terlihat sedang belajar, sejurus kemudian terlihat…..ah….susah untuk diungkapkan.
Dan beberapa menit kemudian, kelas mulai penuh sesak dengan mahasiswa-mahasiswa asing lainnya.
Selang beberapa waktu, melangkahlah sang dosen memasuki ruang kelas itu. Dengan semangat dia memulai awal perkuliahan. Tak lupa dia mengoper list absensi ke mahasiswa yg duduknya paling depan. Satu persatu mahasiswa mulai menandatangani list absensi itu. Bak kotak infak pas Jum’atan, list absensi lancar mengalir dari ujung keujung. Hingga akhirnya sampai ke tangan 2 manusia ini.
Entah siapa yg memulai, tiba-tiba perhatian Riki dan Bro tertuju ke nama yg tertera di list absensi. “Fuk Shoi”.
Pfttt…What kind of name is that?? Emang dasarnya orang iseng, tak ayal nama itu menjadi bulan-bulanan mereka berdua. Dengan kelakar seenak udelnya, Riki dan Bro mulai merancang hipotesis asal muasal nama itu. Satu yg paling diingat adalah:
“Mungkin waktu lahir, dia langsung ngasih jari tengah. Langsung bilang `fuk man!!! fuk man!!!` Makanya orang tuanya ngasih nama Fuk Shoi”. (akan lebih lucu kalo pembaca bisa membaca “shoi” dengan “coi”).
Dan mereka berdua tenggelam dalam candaan itu. Tak terhitung berapa banyak banyolan, hinaan, sumpah serapah dan cacian yg tercipta pagi itu hanya karna “Fuk Shoi”. Mungkin jika memang ada rekor MURI untuk kategori tadi, sudah pasti mereka berhak mendapatkannya.
Ketika mendekati penghujung kelas, sang dosen berusaha mengenal lebih dekat mahasiswa yg mengikuti kelasnya. Berdalih “Tak kenal maka tak sayang”, diambilnya list absensi tadi, dan dipanggil-lah nama yg tertera di sana satu-persatu. Pucuk dicinta ulampun tiba. Riki dan Bro jadi penasaran, ingin melihat seperti apa rupa si Fuk Shoi ini. Dengan sabar mereka menunggu nama Fuk Shoi dipanggil. Nama demi nama berlalu, tapi Fuk Shoi belum juga terpanggil. Saat mereka mulai kehilangan kesabaran…
“Fuk Shoi??”, teriak sang dosen. Sungguh dengan nada heran melengking nan mempesona.
Spontan mereka berdua langsung mengarahkan pandangan ke sekeliling mereka. Setajam elang menatap mangsanya dari kejauhan, mereka mencari tangan ngacung. Settttt….target acquired!!
“Hadir Pak”, tambahnya.
Mengacunglah seorang mahasiswa yg duduk tepat di depan mereka hanya dengan jarak sekitar 50cm dari mereka.
Bak tersambar petir, Riki dan Bro tak bisa berkata apa-apa. Mereka hanya saling berpandang dan terdiam terpaku. Mirip dengan lagu Reza, tapi bukan dengan tema “Jatuh Cinta” melainkan “Matilah kita!!!”.
Suatu mukjizat kalo Fuk Shoi tidak mendengar apa saja yg Riki dan Bro ucapkan sedari tadi. Tapi melihat seberapa cepat responnya ketika namanya disebut oleh sang dosen, membuat Riki dan Bro menjadi berpikir realistis bahwa Tuhan itu memang tidak ada!! Yg ada hanya senyum kecut Fuk Shoi yg menatap sinis mereka dengan ujung matanya. Entah itu hanya perasaan mereka saja atau benar adanya, hanya mereka dan Fuk Shoi lah yg tahu..
Sungguh awal semester yg indah buat mereka….Tapi yg pasti, saat itu mereka pusing memikirkan musti pulang lewat mana, karna Fuk Shoi bisa mengintai dimana saja. Waspadalah!! Waspadalah!!



Fuk Shoi adalah nama sebenarnya, Fuk Choi baru bukan nama sebenarnya. Sama ibaratnya seperti Riki & Bro yg bukan nama sebenarnya..
ahh…jangan gitu lah bro…kalo itu kan udah jelas…tapi kalo yg fuk shoi kan masih terkesan asli. argh…kebuka deh kartunya
Anjrit. Gue kenal orang itu. XD
hwuwhahah…baru mau komen sama ama oom,..keduluan dey..gw pernah tuh sekelas ama dia..
hahaha makanya emang para orang tua kudu ati2 kalo milih nama buat anaknya…. jangan sampe jadi bahan becandaan, kasian anaknya ntar…
Hua..ha… mantap..!
Btw, keren gaya tulisanmu bro.. Bisa jadi inspirasi nih.
hahahaha…
*based on true strynya ketinggalan kayaknya….
*ck ck ck… ahh, candaannya itu lo…
waduh…
boleh juga ceritanya…
lucu..lucu…
kenalan dulu ah..komengnya nanti kalo unjung kedua dst
Kayanya ada yg cari mslh nh.. *asah golok*…
Wkwkwk.. btw.. ini sp yh..? ane mlh kyny lum prnh kenalan yg nulis… yh.. salam kenal dh…
en kyny “Yg ada hanya senyum kecut Fuk Shoi yg menatap sinis mereka dengan ujung matanya” yg ini gk kejadian dh… ^^
Btw.. anw.. cm sekedar informasi.. fuk choi => “fat choi” => “Gong hei fat choi” => dan itu artinya “Congratulations and be prosperous” (http://en.wikipedia.org/wiki/Chinese_New_Year#Greetings) => artinya be prosperous => semoga sukses => kakek g yg kasih nama en g bangga dgn nama ini..
forgive you in advance…
Fuk Choi (not Fuk Shoi)
mati gue….hahaha
Iya….namanya emang sengaja gue samarkan, karna emang point ceritanya bukan di orang dengan nama itu, tapi lebih kearah 2 orang sotoy yg ga bisa nahan diri buat komentarin orang lain, yg akhirnya justru kena getahnya sendiri…yaaa…namanya juga masih muda…mohon dimaafkeun kekhilafan kami waktu itu….
please…please…please…
haha.. oom jg minta maap yak.. waktu tu mmg jiwa muda lg bergejolak, jd hal2 yg dianggap sensitif bs jadi panjang dibahas..
salam kenal jg fuk
hauaha….ngakak ada komentar dari si empu nama
tau darimana dia ada blog ini, ga telpon aja yg di sadap..tpi blog juga
Sssttt….ntar kedengeran….diem-diem aja…