Break!!

Entah kapan terakhir kali gue update blog lg. Bukan karena gue ga ada waktu, tp semata kreatifitas yg menurun. Walaupun gue udah sisihkan sebagian waktu buat duduk manis di depan laptop, tetap aja ga kepikiran mo nulis apa. I hate to admit, but my creativity is drowning to its lowest level. Bukan berarti ga banyak kejadian menarik yg terjadi belakangan ini, bukan berarti ga banyak kejadian lucu yg terjadi belakangan ini…..I just can’t!!

Sampai hari ini….

Hahaha, hari ini gue balik  ke Jakarta, and guess what….for 2 weeks man!! gue sendiri masih bingung ntar pulang ngapain aja. Tp niatan gue sih pengen sedikit menghabiskan quality time bareng keluarga, niatan lainnya…….JALAN-JALAN DONK!!!

Sebenernya gue sendiri masih bingung, jalan-jalannya bakal berjalan sesuai rencana apa engga, secara belakangan ada aja gitu kejadian. Yg longsor lah, yg gunung meletus lah, yg gempa lah, yg tsunami lah…Perasaan ni negara ada aja musibahnya. Tp ingat….it always gets worst before it gets better!! Well…finger crossed!!

Ada beberapa pesan menarik waktu kemarin gue pamitan dengan orang-orang kantor:

1. “bla bla bla…Remember…you have the obligation to come back!! bla bla bla”

2. “bla bla bla…Remember…don’t stuck your nose where you don’t belong ok!! bla bla bla”

3. “bla bla bla…So I expect, when you come back, I’ll see your wedding ring!! bla bla bla”

Well…it’s boarding time. Got to go….A man needs his rest…and I’m having it now.

The other me

It’s kinda complicated, but I believe that I’m not alone in this body. It’s not like I’m having Multiple Personality Disorder, but there’s another me…inside me. There are “me” and “myself”. Surely I’m not psychologist and this post is just based on my understanding. And the most important thing is, seriously….I’m not crazy!!

For example, let’s say that you are very tired, you don’t want to do anything but sleep, but you need to finish this paperwork. So “you” force  “yourself” to hold that sleeping will until you finished that paperwork. So you start working on that paperwork even-though another part of yourself is totally against it. And somehow, to get things done, both of you need to work together, anything less than that…..well…probably still can make it, but it wont be something great!!

I don’t know whether I’m the “me” or “myself”. Maybe, that other side of me is my passion, or my emotional part, or maybe my logical part or even maybe my body, but one thing for sure, at some level, he will listen to me, but if I reach his limit, he just stops doing anything I asked.

Sometimes, I have this…..conversation….with the other me, for example, when I felt so tired at working, I went home early, but as soon as I got home, there were these thoughts, like: “Ok, I need to sleep”, “But let’s watch House first”, “Oh, come on…I’m so tired, I need to be fit for tomorrow”, “But it only takes 45mins”, “Ok…let’s do that”…something like that…but again…I don’t know which one from that thoughts is coming from “me” or “myself”.

Or silly conversations like: “Look at that guy, he walks like he’s the only good looking guy on earth”, “Well, he is physically more attractive than you”, “Blah…I would never walk like that”, “Exactly…since you’re not as attractive as he is”, “Oh shut up!!”

Or if you read my post Dear 25th, it felt like coming from another part of me or maybe….that’s the real me.

So I’m confused now, but here’s the thing, understanding your self is the key. By understanding, I still dont totally understand myself, so I can’t give you clear guide about how to do that. But it is important for you to play this right, treat yourself right. Well, I believe, if you and yourself are in 100% synced, you can be anything you want, anywhere you want, but if you totally against each other, you’ll be nothing, you’ll get no where.

So how to talk to ourself?? Well, based on my experiences, he always talks. The problem is, whether I am listening to him or not. Sometimes, I just ignore him, but sometimes, I let him do anything he wants.  But if I want to have a real conversation with him, I always separate myself with everything first, I need to be alone. Then, only do one nothing, could be enjoying the moment, or listening to music, or just laying down…and then, I usually start with saying “What have we done??”. Then after that, maybe we blame each other or laugh together…but that feels so honest to me.

In short….to be a 100% of you….you need to work together. Well, maybe that’s why they say, “Try to be a best friend with yourself”.

Minal Aidin Wal-faidzin

Allahu akbar… Allahu akbar… Allahu akbar

Laa illaaha illallahu allahu akbar

Allahu akbar walilla ilhamdu

Ya, genap sudah 1 bulan kita berpuasa, menahan lapar & dahaga, terutama hawa nafsu & emosi.

Hanya ucapan mohon maaf lahir bathin yg bisa gue ucapkan, semoga semua amal dan ibadah kita semua diterima di sisi-Nya.

Tanjung Pinang

FYI, Tanjung Pinang itu tempat kelahiran nyokap gue, terletak di bagian bawah Pulau Bintan. Kebetulan minggu kemarin gue ada waktu kosong yg “dipaksakan”, jadinya gue pergi ke Tanjung Pinang ketemu dengan keluarga yg di sana, Bang Zul. Bang Zul itu udah 5 tahun dinas di Tanjung Pinang. Terakhir kali gue ketemu Bang Zul pas gue dulu masih SMA, kurang lebih 8 tahun lalu. Ga ada salahnya menjalin ulang silaturahmi kan??

Buat kesana, gue naik ferry dari Tanah Merah Ferry Terminal. Ongkosnya pun lumayan murah, buat PP seharga SGD$50. Jadwal ferry-nya jam 13.30 SGT. Perjalanannya  pun ga lama-lama amat, sekitar 2 jam. Sampai di Tanjung Pinang jam 14.30 WIB, kebetulan gue blm dijemput ama Bang Zul, dan pas bgt nomor gue ga aktif, dan setelah gue kelalang-keliling nyari wartel juga ga nemu, akhirnya pasang gaya di depan gerbang pelabuhan. Yg lucunya, tukang ojek pada agresif deketin gue, “Motorcycle mister…”, tawaran mereka. Secara jarang-jarang gue dikira bule, “No thank you”, jawab gue. Dalam hati, gue ngakak, “Dikire gue bule ape??”

Continue reading Tanjung Pinang

Ermm…That’s my sister!!

S’up….spertinya udah lama bgt gue ga menyisihkan waktu buat nulis di blog ini. Too much serious things happened lately. But no more excuses!! It feels good to be back, eh!!

Pertama-tama, gue mau ngucapin selamat beribadah puasa di bulan Ramadhan buat teman Muslimin sekalian. Semoga puasa kita lebih dari sekedar menahan haus & lapar. Buat yg engga seagama, yaaaa…harap sedikit toleran dengan tidak memamerkan makanannya ataupun keseksiannya di depan orang yg sedang berpuasa. Semoga bulan yg penuh berkah ini membawa kedamaian buat kita semua. Aminnnnnnn!!

Anyway, kalo ditelaah kebelakang, kayanya udah lama bgt gue ga nulis cerita lucu. Bukannya karna ga ada cerita lucu, tp rasanya, moment-nya ga pas buat nulis sesuatu yg lucu, except for today.

I think I’ve told you before that I do jogging at least 2 times a week, usually on Monday and Friday. Jadi ceritanya, dulu gue sempat kenalan dengan beberapa penghuni kawasan jogging track deket rumah. Salah satunya, sebut saja Luna Maya. Nah Luna Maya ini wanita (hahaha…kalo ga wanita parah amat yak). She’s young and  dangerous (mirip judul film), dan dia lumayan sering lalu-lalang di jogging track. Tadinya gue sendiri agak sungkan untuk kenalan, tp karna udah sempat papasan beberapa kali, why not?!! Kenalan lah kita, say hi, ketawa-ketiwi, that’s all.

Buat gue, cewe yg suka olah raga, terutama jogging, bener-bener menarik perhatian gue. Kenapa??? Karna usahanya itu loh!! Lo bayangin, cowo yg cuma punya bokong aja udah susah diajakin lari, itupun dengan catatan bokong cowo ga sesemok bokong cewe. Gue ga kebayang, if I have to run with those breast and ass, which is dragging me back and front. It’s just too much!! That’s why!!

Ditambah lg, di kawasan yg rame dengan orang-orang obesitas, uncle-uncle, aunty-aunty, otomatis Luna Maya akan sangat menarik perhatian.

Nah, gue terakhir kali ketemu dia sekitar 1.5 bulan yg lalu, sebelum kasus dia ama Ariel mencuat. Hehehe. Asli dah Riel, bisa aje lo, bahkan bini orang juga diembat. Bah!!

Sampe satu ketika, pas Jumat minggu lalu, gue jogging deket rumah bareng temen, ketemu lah gue lagi dengan Luna Maya. Waktu itu gue lg ngumpul bareng penghuni kawasan jogging yg lain. Jadi waktu dia lewat, gue cuma senyum-senyum and say hi doank.

Setelah gue liat dia lari beberapa keliling, secara gue juga udah lama ga ketemu dia, gue samperin lah. Lari bareng kita ceritanya.

Gue: Hi, long time no see!!

Luna: Yeah, how are you??

Gue: I’m fine. So how’s Ariel??

Luna: Still in prison. But I’m done with him. It’s time to move on, right??

Gue: Thanx God he’s still in prison…Urm..I mean, absolutely.

Putaran demi putaran pun kami lewati bersama. Tak terhitung berapa turunan, pengkolan, perempatan, tanjakan, yg udah dilewati. Dan akhirnya gue tersadar, “Crap, she runs better than me!!” Dulu, gue sempat bilang ke teman gue, “Njrit ni cewe, udah cakep, larinya awet amat. Entah udah berapa putaran dari tadi. Perasaan kita kalo lari cuma 5 putaran deh bro”.

Mati gue, secara tadi gue udah lari, sekarang lari lagi nemenin dia, gempor lutut gue. Tapi, tengsin donk gue kalo musti berenti karna kaki kram dan nafas tersengal-sengal. Akhirnya gue paksain lari, ga peduli ama baju yg udah basah kuyup keringatan, langkah yg mulai terseret, nafas yg memburu, lobang hidung yg belakangan terasa terlalu kecil, bahkan gue sempat berdoa semoga mulut gue nambah satu lagi. Tapi tidak kawan, tidak malam ini, “GUE GA BAKAL MENYERAH!!”, pekik gue dalam hati. Maka berlarilah gue disamping dia dengan tetap coba pasang wajah santai dan sok-sok ngajak ngobrol (padahal udah butuh CPR).

Luna: So are you here for working??

Gue: (Tarik nafas) Yeab!! (Tarik nafas) Are you a student or working??

Luna: I’m still a student in xxx college (pendengaran gue udah mulai  ga berfungsi). I want to be a teacher.

Gue: (Tarik nafas) Ooo

Luna: How old are you anyway??

Gue: (Tarik nafas) 25. (Tarik nafas) You??

Luna: I’m 19 (smiling)

Gue: (Shocked) (Tarik nafas) What?? (Tarik nafas) Really??

Luna: Yeab (giggling) Am I look that old??

Gue: (Menyadari kalo gue salah ekspresi tadi) (Tarik nafas) No. (Tarik nafas) You look quite mature for me. (I don’t know what I’m talking about)

*** Senyap sebentar ***

Gue: (Tarik nafas) Anyway, how many laps by now??

Luna: I don’t know. I thought you count it!!

Gue: (Tarik nafas) I don’t. (Tarik nafas) How many laps do you usually go for??

Luna: Ermm…I don’t know. I just run until I’m tired

Gue: (Shocked) (Tarik nafas) Are you tired now??

Luna: Ermm…maybe 2 more laps

Gue: (Whispering) GOD DAMN IT!!!

*** Dan siksaan itu masih terus berlanjut hingga sesaat ketika finish ***

Gue: (Tarik nafas) Yeah……

Luna: Nice run…

Gue: (Tarik nafas) (Tarik nafas) (Tarik nafas) (Tarik nafas) Ok, I’ll go there to meet my friend again.

Luna: Ok…..Btw…

Gue: Yes??

Luna: It was my sister.

Gue: Sorry??

Luna: Yeah, the one that you smile and say hi to….that’s my sister. She told me, “I think your friend just say hi to me”.

Gue: Really???  I really should wear my glasses.

Luna: It’s ok…bye

1 Month!!

Gila….udah 1 bulan lebih gue menelantarkan blog ini, well, bisa dibilang hidup gue juga ikutan ditelantarin 1 bulan ini. Kerjaan jadi prioritas pertama, istirahat jadi prioritas kedua, sisanya….entahlah!! Tapi syukur gue masih bisa nonton Inception. Gue bilangin ya, Inception itu tontonan wajib tahun ini!!

Humm, kalo diliat lagi, ini semua karna kerjaan, dimana semua development new features di stop selama 1 bulan. Loh…bukannya bagus?? Emang bagus!! Tapi bukan berarti 1 bulan gue ga ada kerjaan. Makan gaji buta donk gue!! Jadi….kita dikasih 1 bulan buat refactoring, semacam berbenah gitu. Kenapa kita perlu refactoring??

Dalam software development, dikenal dengan yg namanya user requirements, dari user requirements diterjemahin ke use-case, dari use-case baru deh diterjemahin jadi program. Use-casenya tadi digabungin dengan bugs list trus disimpan ke dalam Trac sebagai tickets. Singkatnya begitu. Dalam pelaksanaannya, ditandai dengan yg disebut milestone, semacam timeline waktu pengerjaan. Jadi dalam 1 milestone, terdiri dari beberapa tickets yg musti diimplementasikan. Nah, yg  jadi masalah, jarak dari 1 milestone ke milestone yg lain itu 2 minggu.

Kalo teman gue bilang, sebenarnya, kita itu masih prototyping, alias baru bikin cikal bakal software yg tujuannya sekedar ngasih demo ke client bahwa sperti inilah kira-kira softwarenya. Proses prototyping itu sendiri musti cepet, kalo ga, keburu ngasih impression ke client kalo kita ga bisa deliver. Jadilah milestone per 2 minggu diresmikan. Dan proses prototyping ini berjalan sekitar 1 tahun.

Kita, dari pihak software engineer, melihat 2 minggu ini sebagai tantangan. Jadi klop banget tuh, dari pihak management emang butuh cepat, dari kitanya juga pengen bisa, ajang pembuktian diri gitu. Dan entah kapan transisinya, proses prototyping tadi udah beralih ke real development!! Parahnya, dengan pace yg sama!!

Urm, mungkin itu blessing in disguise juga buat gue. Tanpa sperti itu, akan tertutup tawaran buat gue ditempatin di Singapore. Nah, hasil dari overgrowing prototype tadi adalah struktur yg labil. Ibaratnya kalo mo bikin rumah, proses bikin fondasinya ga seketat/sematang bikin gedung 20 tingkat. Apa jadinya kalo rumah dipaksa jadi gedung 20 tingkat tanpa fondasi yg memadai?? Ya ga bisa!!

Selama proses development, kita sendiri udah pada ngerasa, “Anjrit, dulu kan dibikin begini caranya karna requirementnya begini, sekarang kalo requirementnya berkembang, udah ga bisa gini lagi”, cuma ya itu, kita sendiripun ga bisa mikirin cara menyelesaikan terbaiknya gimana. Akhirnya, mental patching!! Mental patching itu mental P3K, Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan, alias yg-penting-survive-dulu. Tambal sulam jadinya.

Nah, belajar dari pengalaman inilah akhirnya kita dikasih waktu 1 bulan buat refactoring. Dikasih bulan tenang buat mikirin solusi terbaiknya gimana. Jadi kita bisa mikirin betul-betul, dibawa bertapa, trus dibawa tidur, dipikirin ulang, baru deh diimplementasikan. Because solutions that you gave under high pressure are just to survive, not to live with!! Hasilnya, dalam 1 bulan kemarin, pulang telat ataupun masuk Sabtu/Minggu adalah hal yg wajar.

Trus, udah 1 bulan nih ceritanya.. beres ga?? Hehehehe…….ENGGA!!! Mati deh gue besok Senin!!!

Nice Sunset @ East Coast

Dude…I’m not a jerk!!

Lagi-lagi gue belajar bahwa sudut pandang tiap orang itu bisa berbeda. Mungkin buat 1 pihak, itu langkah yg baik, tp sangat mungkin di pihak lainnya, itu bunuh diri. Yaaahhh, begitulah kita, penuh bgt ama keunikannya masing-masing, penuh dengan pandangannya masing-masing. We have our own reason to do something, meanwhile the others have every reason not to. Sighhh…

Ceritanya gini, gue lg naik MRT dari Expo ke Tanah Merah, which is only one station. So I went inside the train, and looked around, looking for an empty seat. Waktu itu tempat duduk yg kosong ada beberapa sih emang, cuma disamping kiri-kanannya pada rame bawa koper, soalnya ini kereta emang abis dari Changi Airport. Males aja gue nyosor diantara mereka, “Dengan barang bawaan segitu banyak, bakalan ga nyaman kalo gue nyempil diantara mereka”, pikir gue.

Setelah liat-liat seat yg lain, ketemulah gue 1 seat kosong, di sebelahnya cuma babeh-babeh nenteng map doank. Legaan nih!!

Tp, seat itu reserved seat, yg biasanya selalu ada di kereta buat orang lg sakit, ibu hamil, ama manula. Secara next stop gue udah turun, dan kereta juga udah jalan, duduklah gue di reserved seat tadi. Tapi tiba-tiba, si babeh di sebelah gue nanya, “Don’t you know that this is a reserved seat??”.

I was pretty shocked.

At first, I feel amazed by this man, he has the courage to ask. People here, usually just don’t care with other people’s business. But after a few moment, I just feel annoyed, humiliated….errrhh…very unpleasant. Kesannya, berasa ga tau aturan bgt gue ditanyain gitu.

“Yes, I know”, jawab gue singkat. Anjrot, makin berasa ga tau aturan bgt gue, udah tau reserved seat masih aja didudukin. Ga mau dicap sperti itu, gue tambahin lg penjelasannya, “Look, next stop is my stop and we already on the way there, so there’ll be no new passengers who’ll need this seat. So yes, I sit on it!!”, jawab gue dengan senyum yg luar biasa dipaksakan.

Menurut gue, itu hitung-hitungan yg logis..

Betenya lg, ni babeh jawab, “Ya ya ya”, sambil buang muka ke samping, seolah-olah bilang, “Serah lo dah cui…lo mau ngejelasin ampe nungging juga gue mah bodoh amat. Nyang penting buat gue, lo duduk di reserved seat, artinya lo ga tau aturan…titik!!”.

Menurut dia, gue ga punya manner, karna dia aja yg udah tua memilih duduk di public seat, giliran gue yg gagah luar biasa malah selonong boy duduk di reserved seat.

Crap..kesel bgt gue ngeliat gaya dia ngomong “ya ya ya” td. Dude, seriously, even though I sit on public seat, when I see someone near me who need it more than I do, I’ll go to him/her and ask him/her to sit there. So don’t you dare making your own judgement on me just from that couple seconds…I’m not a jerk!!

*setelah 3 hari mikirin tulisan ini, gue sadar kalo gue juga sering prejudgement kaya’ yg dia lakuin.